Cooperative Learning

Pembelajaran Kooperatif

Belajar kooperatif bukanlah sesuatu yang baru. Sebagai guru dan mungkin siswa pernah menggunakannya atau mengalaminya, sebagai contoh saat bekerja dalam laboratorium. Menurut Slavin, dalam belajar kooperatif, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4 atau 5 siswa untuk bekerjasama dalam menguasai materi yang diberikan guru. Sedangkan Artzt & Newman, menyatakan bahwa dalam belajar kooperatif siswa belajar bersama sebagai suatu tim dalam menyelesaikan tugas-tugas kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, setiap anggota kelompok memiliki tanggungjawab yang sama untuk keberhasilan kelompoknya.

Menurut Trianto, pembelajaran kooperatif bernaung dalam teori konstruktivis. Pembelajaran ini muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan permasalahan-permasalahan yang kompleks. Dalam kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 siswa yang sederajat tetapi heterogen, kemampuan, jenis kelamin, suku/ ras, dan satu sama lain saling membantu. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar. Selama bekerja dalam kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru, dan saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar.

Johnson dan Johnson menyatakan bahwa tujuan pokok belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok. Karena siswa bekerja dalam suatu team, maka dengan sendirinya dapat memperbaiki hubungan diantara para siswa dari berbagai latar belakang etnis dan kemampuan, mengembangkan keterampilan-keterampilan proses kelompok dan pemecahan masalah.

Cooperative learning mengandung prinsip-prinsip yang membedakan antara model pembelajaran lainnya. Konsep utama dari pembelajaran kooperatif menurut Slavin, adalah sebagai berikut: (1) penghargaan kelompok, (2) tanggungjawab individual, dan (3) kesempatan yang sama untuk sukses.

Dari beberapa paparan di atas tentang cooperative learning dapat disimpulkan bahwa cooperative learning adalah proses belajar bersama yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen (jenis kelamin, ras, agama, kemampuan akademik) untuk menyelesaikan tugas-tugas kelompok secara bersama dalam mencapai tujuan bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s